Jumat, 28 Agustus 2009

Speech Recognition

Matthew sedang menyombongkan laptop barunya kepada teman-teman sekampusnya.

Matthew : ”Nih liatin laptop baru gua. Canggih banget bo! Sudah quad prosesor. Ram-nya 2 giga. Hard disk-nya 1 tera. Terus semua software-softwarenya versi paling baru. Dan gak pake software bajakan. Semuanya original. Terus, komputer gua ini udah punya fitur speech recognition. Jadi untuk mengoperasikannya, gua tinggal memerintahkan dengan suara. Nih, gua kasih contoh.”

Matthew : ”Start!”

Tiba-tiba pointer mouse-nya bergerak sendiri ke arah tombol Start dan secara otomatis mengkliknya.

Matthew : ”Turn Off Computer!”

Kembali pointer mouse-nya bergerak sendiri ke arah tombol Turn Off Computer dan secara otomatis mengkliknya.

Matthew : ”Turn Off!”

Maka laptop tersebut pun mati sendiri.

Matthew pun menjalankan kembali laptop-nya sambil semakin berbesar hati melihat teman-temannya yang sedang terkagum-kagum. Waktu ia hendak menyombongkan kecanggihan lainnya tiba-tiba handphone-nya berbunyi.

Matthew : ”Halo... siapa nih?”

Matthew : ”Oh... Ada apa Fer?”

Matthew : ”Oh... Komputer loe kena virus? Sudah cobain pake antivirus belon?”

Matthew : ”Oh... Antivirusnya sudah gak mempan. Yah, jalan paling manjur komputer loe harus diformat.”

Matthew : ”Caranya gimana? OK... sekarang loe ikutan instruksi dari gua.”

Matthew : ”Klik tombol Start!”

Tanpa disadari oleh Matthew, pointer mouse di laptop-nya bergerak sendiri ke arah tombol Start dan secara otomatis mengkliknya.

Matthew : ”Klik My Computer!”

Lalu pointer mouse-nya bergerak sendiri ke arah menu My Computer dan secara otomatis mengkliknya.

Matthew : ”Right klik C!”

Lalu pointer mouse-nya bergerak sendiri ke arah icon drive C dan secara otomatis melakukan klik kanan.

Matthew : ”Klik Format!”

Lalu pointer mouse-nya bergerak sendiri ke arah menu Format yang muncul dan secara otomatis mengkliknya.

Matthew : ”Klik OK!”

Lalu pointer mouse-nya bergerak sendiri ke arah tombol OK dan secara otomatis mengkliknya. Detik itu juga laptop baru si Matthew pun terformat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar