Jumat, 28 Agustus 2009

Fasilitas AutoCorrect Baru

CEO sebuah perusahaan software terbesar di dunia sedang mempresentasikan program pengolah kata buatannya yang akan segera diluncurkan bulan depan. Salah satu fitur yang paling canggih dari program pengolah kata versi terbaru ini adalah fungsi AutoCorrect yang jauh lebih hebat. Jika pada versi-versi sebelumnya, fungsi AutoCorrect ini hanya akan memperbaiki kesalahan pengetikkan ejaan secara otomatis, maka sekarang fungsi ini juga bisa memperbaiki kesalahan secara otomatis dari sisi tata bahasanya.

Sebagai contoh si CEO ini mengetikkan Yesterday I go to the beach. Maka secara otomatis si program akan memperbaiki teks tersebut menjadi Yesterday I went to the beach. Menyaksikan demonstrasi yang sangat menarik ini, semua hadirin berdiri dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah. Kemudian si CEO ini mempersilahkan para hadirin yang ingin mencoba sendiri kehandalan dari fungsi AutoCorrect tersebut.

Pencoba pertama mengetikkan: I have three cat. Maka secara otomatis kalimat tersebut diubah menjadi: I have three cats.

Pencoba kedua mengetikkan: This is books. Maka secara otomatis kalimat tersebut diubah menjadi: These are books.

Setelah belasan pencoba menguji fungsi tersebut dengan mengetikkan kalimat-kalimat yang tata bahasanya salah, namun seluruhnya dapat diperbaiki dengan sangat tepat oleh si program, si CEO ini mengumumkan bahwa apabila ada yang bisa menemukan kesalahan pada fungsi AutoCorrect tersebut maka ia akan memberikan hadiah berupa uang tunai senilai Rp 100 juta.

Banyak orang berebutan untuk mencoba mencari kesalahannya, tapi semuanya tidak ada yang berhasil karena fungsi AutoCorrect ini dapat memperbaiki semua kesalahan tersebut dengan sangat tepat.

Hingga muncul seorang mahasiswa dan mulai mengetikkan: I is

Si CEO pun terbahak-bahak melihat betapa konyolnya kesalahan yang dibuat. Sambil menahan geli, ia pun berkata, “Dik… di mana-mana yang namanya I itu pasangannya adalah am. Masa I itu dipasangin dengan is. Kamu bahasa Inggrisnya tidak lulus ya?”

Tanpa mempedulikan cemoohan dari si CEO, si mahasiswa ini meneruskan ketikkannya menjadi: I is the ninth letters.

Maka secara otomatis si program merubah teks tersebut menjadi: I am the ninth letter.

Dan sambil menyeringai si mahasiswa ini berkata, ”Nah... malah jadi salah kan? Mana seratus jutanya?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar